DOWNLOAD AUDIO Daurah Sehari Pendidikan

.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيــــــــــــــــــمِ

.

الحمـــــــــــــــــد لله رب العالمـــــــــــــــــين

 .

DOWNLOAD AUDIO

.

DAURAH SEHARI PENDIDIKAN

.

Bersama :

Al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin -hafidzahullaah-

.

.

>

 ) | Muqaddimah | Al Ustadz Abu Ibrahim Abdullah Al Jakarty


) | Hasil Rapat Asatidzah di Cirebon | Al Ustadz Abdurrahman Mubarok


) | Kesalahan dalam Mendidik Anak 1 | Al Ustadz Ayip Syafruddin


) | Kesalahan dalam Mendidik Anak 2 | Al Ustadz Ayip Syafruddin


) | Kesalahan dalam Mendidik Anak 3 | Al Ustadz Ayip Syafruddin


| Kesalahan dalam Mendidik Anak TJ | Al Ustadz Ayip Syafruddin


| Problematika Dakwah | Al Ustadz Ayip Syafruddin


>

Sumber :

Abu Faiq Al Batawy

>

Aturan Unduh

Klik kiri gambar (  ) lalu klik “simpan berkas”

>

Bekerja sama dengan :

(klik gambar, maka akan anda dapatkan ribuan jam kajian) :

Pendidikan Anak dalam Pergulatan

 

new1a

Oleh: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

Menurut Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu dalam Tsalatsatul Ushul-nya, yang disebut ilmu adalah ma’rifatullah (mengenal Allah), ma’rifatu nabiyyihi (mengenal Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan ma’rifatu dienil Islam bil adillah (mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalil). Inilah yang disebut sebagai ilmu. Sedangkan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullahu menyatakan bahwa yang disebut ilmu adalah ilmu syar’i. Yaitu, ilmu (yang meliputi) apa saja yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bentuk penjelasan-penjelasan (al-bayyinat) dan petunjuk (al-huda). Maka, ilmu yang terpuji adalah ilmu wahyu. Hanya ilmu yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala saja. (Kitabul ‘Ilmi, hal. 9)
Lebih tegas Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu memaparkan, bahwa telah dimaklumi para nabi telah mewariskan ilmu الله عز وجل Bukan ‘ilmu’ lainnya. Para nabi tidaklah mewariskan kepada manusia ilmu teknologi industri atau segala yang terkait dengannya.

Lagi

Kiat Memperlakukan Buah Hati

بسم الله الرحمن الرحيم

 

new1a

Oleh: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

Pahami anak sebagai individu yang berbeda. Seorang anak dengan yang lainnya memiliki karakter yang berbeda. Memiliki bakat dan minat yang berbeda pula. Karenanya, dalam menyerap ilmu dan mengamalkannya berbeda satu dengan yang lainnya. Sering terjadi kasus, terutama pada pasangan muda, orangtua mengalami “sindroma” anak pertama. Karena didorong idealisme yang tinggi, mereka memperlakukan anak tanpa memerhatikan aspek-aspek perkembangan dan pertumbuhan anak. Misal, anak dipompa untuk bisa menulis dan membaca pada usia 2 tahun, tanpa memerhatikan tingkat kemampuan dan motorik halus (kemampuan mengoordinasikan gerakan tangan) anak.

Lagi