Kaidah Penerapan Sunnah : Pertimbangan Yang Matang
15 Des 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Belajar Yuk..., Kaidah, Manhaj, Sunnah Nabi Tag:Salafy.or.id, Ust. Muhammad Umar
Kaidah Penerapan Sunnah :
Pertimbangan Yang Matang
Penulis: Ustadz Muhammad Umar as Sewed
Manhaj, 27 Agustus 2004, 11:27:18
Para ulama telah meletakkan kaidah-kaidah umum yang ma’ruf dan dikenal dalam kitab-kitab fiqih dan ushul fiqih. Kaidah tersebut diantaranya: “Jika dihadapkan kepada kita dua mafsadah, maka kita harus menghindari mafsadah yang lebih besar dengan mengerjakan yang lebih kecil”. Atau kaidah yang sejenisnya yakni “Menolak mafsadah lebih diutamakan daripada mendatangkan maslahat”.
Lagi
Kaidah Penerapan Sunnah : Jangan Diperdebatkan
09 Des 2010 1 Komentar
in Belajar Yuk..., Kaidah, Manhaj, Sunnah Nabi Tag:Salafy.or.id, Ust. Muhammad Umar
Kaidah Penerapan Sunnah :
Jangan Diperdebatkan
Penulis: Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed
Manhaj, 18 Agustus 2004, 04:04:55
وَأَطيعُوا اللَّهَ وَأَطيعُوا الرَّسولَ وَاحذَروا ۚ فَإِن تَوَلَّيتُم فَاعلَموا أَنَّما عَلىٰ رَسولِنَا البَلٰغُ المُبينُ [المائدة : 92
Kaidah Penerapan Sunnah : Pastikan Ke-Shahih-annya
07 Des 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Belajar Yuk..., Hadits-hadits Shahih, Kaidah, Manhaj, Sunnah Nabi Tag:Salafy.or.id, Ust. Muhammad Umar
Kaidah Penerapan Sunnah :
Pastikan Ke-Shahih-annya
Penulis: Al Ustadz Muhammad Umar as Sewwed
Manhaj, 18 Agustus 2004, 03:44:43
Oleh karena itu kaidah pertama yang harus kita perhatikan dalam penerapan sunnah adalah memastikan kesahihan hadits dan memastikan kebenaran istinbath (pengambilan, red) hukumnya. Yang pertama diistilahkan dengan riwayah, dan yang kedua diistilahkan dengan dirayah.
Proses Syar’i Sebuah Pernikahan
02 Des 2010 4 Komentar
in Adab, Akad Nikah, Ayo Nikah, Belajar Yuk..., Fiqh, Kaidah, Khithbah, Nazhor, Nikah Yuk..., Sunnah Nabi, Ta-aruf, Walimatul 'Urs Tag:Asy-Syariah.com, Ust. Muslim
Proses Syar’i Sebuah Pernikahan
Dilarang Melajang
Penulis : Abu Ishaq Muslim al Atsary
Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab. Bukan “coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa sekarang.
Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Berikut ini kami bawakan perinciannya:
KISAH ORANG YANG MENGEJEK SUNNAH
20 Agu 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Belajar Yuk..., Kisah, Siwak, Sunnah Nabi
KISAH ORANG YANG MENGEJEK SUNNAH
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
Penulis: Abul Abbas Khadhir Al-Limbory
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobiy -hafidzahullah- berkata: “Telah disebutkan oleh Ibnu Katsir –rahimahullah- didalam Al-Bidayah wan Nihayah tentang kejadian-kejadian pada tahun 665, beliau –rahimahullah- berkata Asy-Syaikh Qathbuddin Al-Yunani berkata: “Telah sampai kepada kami bahwasanya seorang laki-laki yang dipanggil dengan Abu Salamah dari daerah Bushra, dia suka bercanda dan berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Disebutkan disisinya tentang siwak dan keutamaannya, maka dia berkata: “Demi Allah, aku tidak akan bersiwak kecuali di dubur, kemudian dia mengambil sebatang siwak dan memasukkannya keduburnya kemudian dikeluarkan kembali.”














Silakan Komen