UNTA MERAH

.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيــــــــــــــــــمِ

.

الحمـــــــــــــــــد لله رب العالمـــــــــــــــــين

.

Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu’anhu, suatu ketika dalam peperangan Khaibar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, aku akan memberikan bendera ini kepada seorang pria yang melalui kedua tangannya Allah akan memberikan kemenangan, dia mencintai Allah dan rasul-Nya, dan Allah dan rasul-Nya pun mencintainya.” Sahl berkata: Maka di malam harinya orang-orang pun membicarakan siapakah kira-kira di antara mereka yang akan diberikan bendera itu. Sahl berkata: Ketika pagi harinya, orang-orang hadir dalam majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing dari mereka sangat mengharapkan untuk menjadi orang yang diberikan bendera itu. Kemudian, Nabi bersabda, “Dimanakah Ali bin Abi Thalib?”. Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, dia sedang menderita sakit di kedua matanya.” Sahl berkata: Mereka pun diperintahkan untuk menjemputnya. Kemudian, dia pun didatangkan lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meludahi kedua matanya dan mendoakan kesembuhan baginya maka sembuhlah ia. Sampai-sampai seolah-olah tidak menderita sakit sama sekali sebelumnya. Maka beliau pun memberikan bendera itu kepadanya. Ali berkata, “Wahai Rasulullah, apakah saya harus memerangi mereka hingga mereka menjadi seperti kita?”. Beliau menjawab, “Berjalanlah dengan tenang, sampai kamu tiba di sekitar wilayah mereka. Lalu serulah mereka untuk masuk Islam dan kabarkan kepada mereka hak Allah yang wajib mereka tunaikan.

Demi Allah, apabila Allah menunjuki seorang saja melalui dakwahmu itu lebih baik bagimu daripada kamu memiliki unta unta merah.”

(HR. Bukhari no. 2942 dan Muslim no. 2406)

Lagi

Download Audio Melawan KRISTENISASI

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيــــــــــــــــــمِ

الحمد لله رب العالمين

Download Audio Melawan

KRISTENISASI

(RE ISLAMISASI)

Di Pulau Nusa Kambangan

Bersama Asatidzah MA’HAD AN NUUR AL ATSARY, Banjarsari Ciamis.

Tafadhal unduh disini :

Lagi

Pakaian Wanita Dalam Shalat

Pakaian Wanita Dalam Shalat


Kamis, 14 Agustus 2003 – 07:10:45,

Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah

Pakaian wanita saat mengerjakan shalat memiliki aturan tersendiri. Tiap wanita hendaknya memperhatikan pakaiannya ketika shalat, tidak boleh seenaknya, meski shalatnya dilakukan sendirian.

Di masa jahiliyah, kata Ibnu ‘Abbas رضي الله عنه wanita biasa thawaf di Ka`bah dalam keadaan tanpa busana. Yang tertutupi hanyalah bagian kemaluannya. Mereka thawaf seraya bersyair:
Pada hari ini tampak tubuhku sebagiannya atau pun seluruhnya
Maka apa yang nampak darinya tidaklah daku halalkan

Maka turunlah ayat :
“Wahai anak Adam kenakanlah zinah1) kalian setiap kali menuju masjid”. ( Al-A`raf: 31) [Shahih, HR. Muslim no. 3028]

Al-Imam An-Nawawi رحمه الله berkata: “Dulunya orang-orang jahiliyah thawaf di Ka`bah dalam keadaan telanjang. Mereka melemparkan pakaian mereka dan membiarkannya tergeletak di atas tanah terinjak-injak oleh kaki orang-orang yang lalu lalang. Mereka tidak lagi mengambil pakaian tersebut untuk selamanya, hingga usang dan rusak. Demikian kebiasaan jahiliyah ini berlangsung hingga datanglah Islam dan Allah memerintahkan mereka untuk menutup aurat sebagaimana firman-Nya:
“Wahai anak Adam kenakanlah zinah kalian setiap kali shalat di masjid”. (Al-A`raf: 31)

Lagi

Donlot Audio : Daurah Bandung, Jakarta dan Karawang

Donlot Audio :

Daurah Bandung, Jakarta dan Karawang


Bersama asatidzah Ahlussunnah wal Jama’ah,  antara lain :

Al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh حفظه الله تعالى

Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqornain  حفظه الله تعالى

Al-Ustadz Abu Utsman Ali Basuki Lc حفظه الله تعالى

Lagi

Daurah Karawang: KESEMPURNAAN ISLAM DAN BAHAYA ALIRAN SEMPALAN

Daurah Karawang:

KESEMPURNAAN ISLAM DAN BAHAYA ALIRAN SEMPALAN

(31/10/2010)


(Klik untuk memperbesar pamflet Daurah Karawang)

Lagi